Pembuatan Insektarium Serangga oleh Siswa Kelas IX SMP SAINS Khairul Wadi Tebuireng Lombok

Tiga siswa kelas IX praktik membuat insektarium serangga sebagai bagian dari pembelajaran IPA terapan yang melatih ketelitian dan keterampilan ilmiah.

Pembelajaran Ilmu Sains dan Teknologi menuntut siswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung. Hal inilah yang dilakukan oleh siswa kelas IX SMP SAINS Khairul Wadi Tebuireng Lombok melalui proyek pembuatan insektarium serangga sebagai media pembelajaran biologi yang kontekstual dan aplikatif.

Insektarium merupakan koleksi spesimen serangga yang diawetkan dan disusun secara sistematis dalam kotak kaca atau papan khusus untuk tujuan pendidikan. Setiap spesimen dilengkapi dengan label berisi nama, lokasi penemuan, dan tanggal pengambilan sehingga memiliki nilai ilmiah serta dapat digunakan sebagai bahan observasi jangka panjang.

Kegiatan diawali dengan observasi lingkungan sekitar sekolah dan area terbuka di Lombok untuk mengidentifikasi berbagai jenis serangga. Siswa menggunakan jaring serangga dan wadah sederhana untuk mengumpulkan spesimen seperti belalang, kupu-kupu, capung, dan kumbang dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.

Setelah pengumpulan, dilakukan proses pengawetan melalui teknik pengeringan agar tubuh serangga tidak membusuk. Spesimen kemudian direntangkan dan diposisikan dengan hati-hati menggunakan jarum khusus supaya struktur morfologi seperti sayap, antena, dan kaki dapat terlihat jelas.

Tahap berikutnya adalah identifikasi dan klasifikasi berdasarkan ciri-ciri morfologi. Siswa mempelajari perbedaan ordo serangga serta menghubungkan hasil pengamatan langsung dengan konsep klasifikasi makhluk hidup yang telah dipelajari di kelas, sehingga pemahaman menjadi lebih konkret dan mendalam.

Penyusunan akhir dilakukan dengan menata spesimen secara sistematis di dalam kotak insektarium dan menambahkan label identitas. Proyek ini tidak hanya meningkatkan keterampilan observasi dan ketelitian siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian keanekaragaman hayati serta membuktikan bahwa pembelajaran Sains dan Teknologi  dapat berlangsung secara kreatif, ilmiah, dan bermakna. (Humas)


0 Komentar